Monday, November 22, 2010

GELORA RINDU DAN RINTIHAN CINTA (bab I terjemah burdah)

 



Ya Allah Tuhanku
limpahkan rahmat dan salam abadi selalu
atas kekasih-Mu sebaik-baik makhluk seluruhnya.
Apakah karena ingat tetangga di dzi salam sana

engkau deraikan air mata bercampur darah?
Ataukah karena hembusan angin
dari jalan kazhimah dan kilatan cahaya gulita malam dari kedalaman lembah idham

Kenapa kedua matamu tetap meneteskan air mata?
Padahal engkau telah berusaha membendungnya
Kenapa hatimu menjadi begitu gila?
Padahal engkau telah berupaya menyadarkan.
Apakah orang yang mabuk cinta menyangka
Bahwa api cinta dapat ditutupi nyalanya
Diantara tumpahan air mata
Dan hati yang terbakar membara?

Andai tak ada cinta
Tak mungkin engkau tumpahkan air mata
Meratapi puing-puing
Dan terbangun dari tidurmu
Untuk mengenang pohon ben dan gunung

Bagaimana engkau ingkari cinta
Sedang air mata dan tubuhmu yang melemah
Telah menjadi saksi paling jujur
Untuk cinta di hatimu
Kerinduan menyisakan dua garis:
Tangis di matamu dan kurus di tubuhmu
Bagai mawar kuning dan merah
Yang melekat di kedua pipimu

Memang benar bayangan orang yang aku cinta
Selalu hadir membangunkan tidurku
Cinta membuat sesuatu yang indah
Kerap berbaur dengan derita
# # #
Oh, orang yang mencela cinta udzrahku
Kata maaf dariku
Andai engkau menilai dengan hati bijak
Tak muncul cerca dari mulutmu
Apa yang aku alami, engkau sudah tau
Tak ada sudah, rahasiaku yang tersembunyi
Dari mulut-mulut pendusta
Dan, derita ini tak kunjung berhenti

Engkau begitu ikhlas memberi nasihat kepadaku
Tetapi aku tak mendengar saran itu
Karena telinga orang yang di mabuk cinta
Tak dapat mendengar ucapan orang-orang yang mencela
Kepada uban pun aku curiga
Akan saran yang di sampaikanya
Padahal uban dalam memberi saran
Sangat jauh dari yang mencurigakan.