Wednesday, October 27, 2010

Ringkasan istilah dalam filsafat

Filsafat/filosofis (philosophy/philosophical): istilah Yunani untuk cinta kealiman. Ini merupakan hasil dari pemahaman* manusia yang mengandung empat aspek utama: metafisika, logika, ilmu, dan ontologi. Salah satu ciri khas filsafat adalah mendefinisikan sendiri: inilah satu-satunya disiplin yang di dalamnya pertanyaan “Apakah disiplin ini?” merupakan bagian dari disiplin ini sendiri.
Metafisika (metaphysics): aspek tertinggi filsafat*, yang berusaha memperoleh pengetahuan tentang ide. Karena perspektif spekulatif tradisional gagal dalam tugas ini, Kant menyarankan perspektif baru yang hipotetis untuk metafisika. Metafisika bisa berhasil hanya bila didahului dengan Kritik. Lihat juga metafisika*.

Logis (logical): salah satu dari empat perspektif utama Kant, yang bertujuan memantapkan jenis pengetahuan yang analitik dan sekaligus apriori. Ini hanya berkenaan dengan hubungan antarkonsep. Hukum nonkontradiksi (A?-A) adalah hukum dasar logika analitik* atau logika Aristoteles tradisional. Logika sintetik* didasarkan pada kebalikannya, hukum kontradiksi (A=-A). (bandingkan hipotetis)
Estetik (aesthetic): berkenaan dengan persepsi-indera. Dalam Kritik pertama Kant, kata ini mengacu pada ruang dan waktu sebagai syarat-perlu persepsi-indera. Setengah bagian pertama dari Kritiknya yang ketiga memeriksa kebermaksudan subyektif persepsi kita tentang obyek yang indah atau agung dalam rangka menyusun sistem penimbangan estetik. Contohnya, ia mendefinisikan keindahan* dengan menggunakan empat prinsip dasar: universalitas subyektif, kegirangan nirkepentingan, kebermaksudan nirmaksud, dan kegirangan niscaya. (bandingkan teleologis)
Hukum etika/moral (moral law): sebuah “fakta” akal praktis yang terdapat di setiap orang yang rasional, walau sebagian orang lebih menyadarinya daripada orang lain. Pada esensinya, hukum moral adalah pengetahuan kita tentang perbedaan antara yang baik* dan yang nista, dan kepercayaan batiniah kita bahwa kita mesti melakukan apa-apa yang baik. Lihat juga imperatif kategoris.
Ontologi (ontology): studi tentang yang-berada, yang bertujuan mengembangkan ketakjuban berkeheningan akan misteri eksistensi manusia. Salah satu dari empat aspek utama filsafat, yang menyelidiki hakikat berbagai jenis pengalaman* manusia.
praktis (practical): salah satu dari tiga sudut pandang utama Kant, yang terutama berkaitan dengan tindakan—yaitu dengan apa-apa yang ingin kita lakukan sebagai lawan dari apa-apa yang kita ketahui atau rasakan. Mencari sumber tindakan semacam itu merupakan tugas Kritik kedua. Akal praktis adalah sinonim bagi kehendak; kedua istilah ini berhubungan dengan persoalan-persoalan mengenai moralitas. (bandingkan teoretis dan yudisial)
teoretis (theoretical): salah satu dari tiga sudut pandang utama Kant, yang terutama berkaitan dengan kognisi—yaitu apa yang kita ketahui, yang berlawanan dengan apa yang kita rasakan atau kita inginkan. Akal teoretis berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai pengetahuan kita tentang dunia (dunia yang hendak dipahami oleh ilmu*). Mencari sumber pengetahuan semacam itu merupakan tugas Kritik pertama, yang sebaiknya berjudul Critique of Pure Theoretical Reason. (bandingkan praktis dan yudisial).